Artikel 2 pendanaan pembangunan


Dalam menyusun anggaran, pos-pos pemasukan dan pengeluaran dapat diperunci secara konkrit dalam bentuk neraca agar mudah dipahami dan dibaca oleh jamah.
Format neraca pemasukan dan pengeluaran kas masjid dapat diperhatikan pada  tabel   terlampir:
 
Seluruh pemasukan dan pengeluaran hendaknya dicatat dalam buku kas setiap terjadi pemasukan dan pengeluaran.  Buku Kas hendaknya secara terbuka dapat dikontrol oleh pengurus, bahkan bila perlu oleh jamaah. Buku Kas tiap bulan ditutup, ditanda tangani oleh Bendaharawan dan ketua pengurus.
 
       Pedoman  umum pengeluaran uang ialah:
a)    Semua pengeluaran hendaknya pakai kwitansi
b)    Pembelian barang dari luar, selain kwitansi menyertakan juga faktur tanda               pembelian ( dari toko)
c)    Pengeluaran lebih dari 1 juta rupiah memakai materai
d)    Pengeluaran hendaknya sesuai dengan program yang direncanakan
         pembelian yang diinginkan tapi belum masuk program,  hendaknya masuk     
        program bulan depan, kecuai bila nyata-nyata sangat mendesak.
e)    Semua bukti pengeluaran hendaknya disimpan dalam file tersendiri,
         yang swaktu-waktu dapat dicek.
f)     Uang tunai sebaiknya disimpan dalam brangkas di kantor atau disimpan di
        Bank, sebaiknya tidak menyimpan uang kas dirumah, selain dapat
        berbahaya  bila ada pencuri, kebakaran dan sebagainya.
g)    Uang kas tidak dapat dipinjamkan baik pribadi ketua, bendahara, pengurus
         lain atau anggota jamaah.
h)    Semua kwitansi diberi nomor sendiri.
 
Pemberdayaan Sumber  Dana Masjid
 
Pengurus masjid harus dapat  mengelola dan memberdayakan dana terutama dana  yang pasif diupayakan aktif   & produktif.
      Ada beberapa hal yang harus dilakukan pengurus ketika mengelola dan memberdayakan dana   masjid yaitu:
1.    Transparan, membuat buku laporan, mencatat uang keluar masuk setiap bulannya dan sebaiknya setiap jum’at dilaporkan saat pelaksanaan shalat jum’at
2.    Pembukuannya harus siap diperiksa setiap saat
3.    Dana hanya digunakan untuk hal –hal yang dianggap penting dan efisien
4.    Tidak melakukan pemborosan dalam menggunakan uang
5.    Tidak melakukan mark up
6.    Dana masjid dikeluarkannya untuk kepentingan masjid tidak untuk pribadi kecali hal – hal  yang sudah disepakati misalnya untuk membantu pengobatan imam/ khatib yang sakit
7.    Menggunakan dana masjid untuk hal- hal yang sudah disepakati  oleh 
        musyawarah pengurus, kecuali untuk hal –hal  yang dipandang mendesak   
       dan cukup penting misalnya perbaikan atap, / genteng yang bocor yang harus
        disegerakan terutama pada saat musim hujan , dll
8.    Memproduktifkan dana masjid yang di miliki pada hal – hal yang diyakini
        menguntungkan dan tidak membiarkan vakum
9.    Pembukuan diaudit baik oleh akuntan yang dipercaya atau lebih pengurus
        yang dipercaya sesuai  dengan keputusan musyawarah pengurus.
10. Hasil audit tahunan diumumkan pada jema’ah di samping hasil setiap pekan
        dan bulanan.
 
Laporan    Periodik  Keungan   Masjid
 
           Diatas telah disinggung bahwa keuangan masjid harus transparan, dibuat buku laporannya, dicatat uang keluar masuk setiap bulannya, pembukuannyajuga harus siap diperiksa setiap saat, kapn saja, hasil audit tahunan diumumkan pada jama’ah dan sebaiknya setiap jum’at dilaporkan secara terbuka di hadapan jam’ah agar perkembangan keuangan dapat diketahui  jama’ah.
 
Hal- hal yang harus diperhatikan adalah :
1.    Laporan keuangan harus akurat, dapat dipercaya, tepat waktu, sederhana,
        dan mudah dimengerti
2.    Penggunaan keuangan yang terdapat pada laporan harus sesuai dengan
         anggaran pendapatan dan belanja (pengeluaran) tahunan masjid yang telah
         disepakati oleh jama’ah atau paling tidak semua pengurus setiap  menjelang
         awal tahun baik hijrah atau masehi
3.    Penggunaan uang dalam laporan keuangan harus mengikuti syarat-syarat
         apa saja yang diperbolehkannya penggunaan dana masjid tersebut
4.    Laporan itu juga dapat digunakan oleh seluruh pengurus masjid terutama
        pengambilan keputusan (ketua masjid)
         Adapun laoporan keuangan masjid dapat berupa:
1.    Daftar harta, utang dan modal yang disebut laporan keuangan neraca, ini
        menggambarkan posisi keuangan masjid dalam satu priode tertentu
2.    Laporan sumber dan penggunaan dana atau laporan Surplus. Laporan dari 
        mana sumber dana diperoleh dibuat agar jelas dari mana sumber dana itu   
        dan juga bermanfaat untuk memotivasi jema’ah untuk berpartisipasi dalam
        berzakat, infak dan sedekah untuk masjid.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Departemen Agama RI, Pedoman Pembinaan Masjid,  Proyek Pembinaan Sarana Keagamaan Islam, tahun Anggaran 1980, rangkuman M. Zal Masril








Post Terkait

  • Baca

    Artikel 1 pandangan...

  • Baca

    Artikel 8 kegiatan...

  • Baca

    Artikel 9 Focus...

  • Baca

    Artikel 8 Focus...