Artikel 5 pandangan Islam


MEMBACA TANDA –TANDA ZAMAN

Disusun

Oleh

Tgk H. Ramli Amin S,Ag

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh.

Beberapa hari yang lalu kita telah memasuki Tahun Baru Islam 30 Rabiul Awal 1436 H. Setiap pergantian tahun mendorong kita untuk merenungkan perjalanan hidup di masa lalu untuk menjadi butir pelajaran dan tolak banding guna mengisi tahun yang akan dihadapi, karena setiap pergantian tahun tersimpan jutaan tanda-tanda kebesaran Allah.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang menggunakan akal fikiran.”(Ali Imran : 190)

Ayat ini memberi isyarat kepada kita tentang tiga hal yaitu :

  1. Agar manusia selalu memikirkan dan merenungkan kejadian langit dan bumi, tempat kita berdomisili secara mendalam dan berdimensi.
  2. Disamping itu kita diminta untuk memperhatikan/memikirkan tentang pergantian malam dan siang, yang secara simbolis diartikan dengan pergantian tanggal, bulan dan tahun.
  3. Menjadi tanda bagi “Ulil Albab” yaitu insan yang memiliki akal fikiran (insan yang berilmu dan beriman, insan yang berfikir). Setiap pergantian itu dimaksudkan agar manusia selalu menggunakan akal fikiran, untuk merenungkan iktibar kejadian masa lalu, masa kini dan masa depan, kehidupan di planet bumi ini.
    Pengalaman menunjukkan bahwa sampai hari ini belum lahir lagi seorang manusia, dikalangan islam yang prilaku totalnya setara dengan pengikut Nabi seperti Saidina Abubakar, Umar, Ali dan Usman. Bila kita renungkan secara lebih mendalam, mungkin banyak hal-hal yang menyangkut akidah agama Islam telah kita lupakan, karena terlalu terpengaruh dengan kehidupan duniawi terutama dikota-kota besar. Kita telah terjerumus kepada kehidupan duniawi terutama dikota-kota besar. Kita telah terjerumus kepada kehidupan material yang meluap, zaman konsumerisme, yang suka meniru pola hidup barat, yang segala sesuatu diukur pada nilai materi yang dimiliki. Nilai nilai agama, moral, susila, etika telah terjungkir balik demi nilai-nilai material. Ini jelas bertentangan dengan ajaran agama islam dan filsafat Negara Pancasila. Bila itu benar, maka wajarlah bila saya sekarang menghimbau kita semua, untuk melakukan hijrah atau banting setir ke hal-hal yang telah sengaja kita tinggalkan, yang telah membawa kepada kehidupan yang tidak seimbang

    Di dalam setiap perjuangan atau permasalahan kita mengenal sikap berfikir strategis dan taktis, dan hal ini lebih dahulu telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan peristiwa hijrahnya.

    Sesungguhnya ada dua hal yang menarik dari peristiwa hijrah tersebut yaitu :

    1. Hijratul Qalbiah, yaitu hijrah hati nurani atau hijrah cara berfikir dari yang tradisional kepada cara yang lebih rasional
    2. Hijrah Badaniah, yaitu hijrah pisik setelah kondisi jiwa dan pikiran telah mantap.

    Sesungguhnya hijrah pisik yang dilakukan oleh Nabi pada saat ini sudah tidak tepat lagi, namun kita dianjurkan untuk hijrah hati nurani lewat cara kita masing-masing. Seperti memerangi kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Dikalangan umat islam selain merupakan jihad juga melakukan hijrah cara berpikir umat islam. Sesuai dengan firman Allah (surat Ali Imran ayat 60) 

    Yang artinya “ kebenaran datang dari tuhanmu, karena itu jangan engkau jadi orang yang ragu-ragu.” 

    Pada akhirnya marilah selalu kita berikhtiar sambil berdoa semoga tantangan yang dihadapi oleh umat islam di seluruh dunia dan khususnya umat islam di indonesia dapat di atasi sebaik-baiknya, sehingga umat islam dapat hidup dalam suasana rukun, damai, tentram dan aman.
    wassalam.

    Tgk.H.Ramli Amin, S.Ag

    di lahirkan di Meuria Paloh tanggal 5 Mei 1966

    pendidikan  SD Blang Pulu, MTs Aliyah Darul Ulum Tanoh Mirah, Sekolah Tinggi Agama Islam Malikussaleh (STAIN) Fakultas Syariah, Jurusan Peradilan Islam 1994, Akta IV Guru MTS, MA Dan Pesantren Modern Misbahul Ulum, bidang study Agama dan bahasa Inggris 1989-2007, guru MAN Lhokseumawe 2008-2014, sekarang pegawai Dinas Syari’at Islam Lhokseumawe mulai 1 Januari 2015. Ketua Umum BKM Islamic Centre Lhokseumawe 2010 sampai sekarang dan sedang menyelesaikan Pasca Sarjana di STAIN Malikussaleh Bidang Study Komunikasi Penyiaran Islam.
    Trims. (Red)








Post Terkait

  • Baca

    Artikel 3 Islamic...

  • Baca

    Artikel 4 fokus...

  • Baca

    Artikel 4 Lokasi...

  • Baca

    Artikel 5 Islamic...