Sejarah Bedirinya islamic center

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam atau yang lebih di kenal dengan sebutan Islamic Center (al-Markazul Islami) yang berdiri tepat di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sebuah Ikon baru wilayah  Samudra Pase sebagai pusat Konsentrasi Baru untuk mewujudkan kembali kejayaan dan peradaban Islam yang terbenam di wilayah Negara Islam Pertama di Asia Tenggara.

          Berdasarkan goresan sejarah tersebut untuk mengembalikan kejayaan Islam Samudra Pasai dan mengembalikan fungsi totalitas sebuah Masjid serta menyatukan Perpecahan Ummat Islam didalam sebuah wadah utama yaitu masjid yang di kenal dengan Al-Markazul Islami Kota Lhokseumawe di rancang, bangunan mega ini digagas oleh Tokoh-tokoh Ulama dan Cendikiawan yang berada diwilayah Aceh Utara dibawah Pimpinan mantan Bupati Aceh Utara, Ir. H. Tarmizi A Karim, M.Sc., pada masa konflik Aceh dulu. Dalam Program jangka pendek Islamic Center dimulai dengan pembangunan Masjid Agung (induk) seluas 16.475,80 Meter persegi dan diperkirakan akan dapat menampung 14.000 Jama’ah.

Awalnya Islamic Center Lhokseumawe dibangun pada tahun 2001 dibawah kepemilikan pemerintahan Kabupaten Aceh Utara namun kemudian pada 2007 terjadi peralihan kepada Pemerintahan Kota Lhokseumawe sebab Kabupaten Aceh Utara yang awalnya beribukota Lhokseumawe berganti menjadi Lhoksukon. Letaknya yang persis di jantung kota Lhokseumawe disengaja untuk menghidupkan kembali nuansa kejayaan Islam di Aceh masa silam.

     Guna mengembalikan fungsi totalitas sebuah masjid ikut dirancang pembangunan gedung serba guna (Multy Purpose Building), perpustakaan umum, Dirasah khassah (Islamic Studies), Museum/Gallery art dan Play Grup, wisma tamu (Guest House), Gerai-gerai (kios-kios), Rumah Imam Besar, Menara dan Tugu yang membutuhkan biaya sebesar Rp. 150 Miliar.

Dalam merealisasikan sebuah tanggung jawab yang di amanahkan kepada Pengurus Masjid Agung Islamic Center yang di ketuai oleh Tgk. H. Ramli Amin, S. Ag. Beberapa Pengurus Melakukan perjalanan untuk meminta petuah ulama’ (muhibbah) dengan mengunjungi beberapa Ulama di wilayah Pase dan sekitarnya.

  1. Kunjunagn pertama, Pada tanggal 14 November 2009, Hari Sabtu, kunjungan ke kediaman Ulama-ulama di wilayah Barat diataranya ;
  • Abu H.Usman (abu Kuta Krueng) Ule Gle. Kec. Bandar Dua Pidie Jaya.
  • Tgk H.Muhammad Amin (Abu Tu Min) Blang Bladeh. Kab. Bireun.
  • Tgk H.Muhammad Amin Daud (Pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif)

Cot Trueng, Kec. Muara Batu Kab. Aceh Utara.

  1. Kunjungan Kedua, pada tanggal delapan Belas November 2009, Hari Rabu, Kunjungan ke kediaman Ulama-Ulama di wilayah Timur Kota Lhokseumawe, diantararanya :
  • Al-Mursyid Abu Karimuddin (Pimpinan Pesantren Babussalam) Alue Bili, Kec. Baktia Barat, Kab. Aceh Utara.
  • Tgk. H. Ibrahim Berdan (Pimpinan Dayah Malikulsaleh) Panton Labu, Kab. Aceh Utara.
  • H. Muhammad Daud (Abu Lueng Angen) Lhok Niboeng, Kab. Aceh Utara.

Respon yang sangat positif di berikan Oleh Ulama-ulama yang dikunjungi untuk berbagai program  ataupun kegiatan yang telah dicanangkan oleh pengurus Islamic center. Dan hasil dari kunjungan tersebut memberikan ide-ide serta motivasi yang kreatif untuk membantu pengurus Islamic Center Kota Lhokseumawe mengemban Amanah besar ini.